Kamis, 06 Mei 2021

Kedudukan yang istimewa

 

“Kedudukan Sebagai Anak-anak Allah”

Galatia 3:15-29

Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia sedang di guncangkan dengan virus Covid-19, banyak sekali kerugian yang diakibatkan karena virus ini tetapi hari ini saya ingin kita melupakan sejenak fenomena yang sedang menguncangkan Bangsa Indonesia dan marilah kita mengingat posisi kita saat ini, kita adalah anak-anak Allah dan kita memiliki kedudukan yang sangat teristimewa yang hanya dimiliki oleh setiap kita yang percaya kepada Nya. Kedudukan sebagai Anak-anak Allah adalah tema yang saya ambil dari perikop ini, karena hanya anak-anak Allah yang akan mendapat janji dari Allah dan setiap Allah berjanji pasti janjiNya akan digenapi dan tidak ada yang dapat membatalkan janji yang sudah Allah tetapkan, dan hanya anak-anak Allah yang dibenarkan oleh iman bukan dengan hukum Taurat karena hukum Taurat tidak menyelamatkan tetapi ketika kita sebagai anak-anak Allah dibenarkan oleh Iman kita kepada Allah maka kita akan dibenarkan oleh Iman kita, dan ketika Allah telah menggenapi janjiNya kepada kita Ia membenarkan kita karena Iman kita kepadaNya, Allah juga yang mengangkat kita sebagai anakNya dan kita mendapatkan kedudukan sebagai anak-anakNya, walaupun saat ini keadaan Bangsa kita sedang diguncangkan dengan virus Covid-19 satu hal yang ingin saya tekankan kepada setiap kita yang percaya kepada Allah bahwa setiap masalah yang sedang kita alami itu semua tidak melebihi kekuatan kita karena kita adalah anak-anak Allah ahli waris Allah maka dari itu jangan sampai virus Covid-19 membuat kita menjadi melupakan posisi kita atau kedudukan kita sebagai anak-anak Allah  dan dari perikop ini saya mengambil tiga poin yaitu :

1.      Janji Allah yang berotoritas (Galatia 3:17).

2.      Dibenarkan oleh Iman (Galatia 3:24).

3.      Diangkat menjadi anak-anak Allah (Galatia 3:26).   

Janji Allah yang berotoritas .

Poin pertama dari perikop ini adalah Janji Allah yang berotoritas karena didalam Galatia 3:17 menjelaskan bahwa ketika Allah sudah berjanji tidak dapat dibatalkan sekalipun dengan hukum Taurat yang baru terbit sekitar empat ratus tiga puluh tahun kemudian. Karena diayat 16 menjelaskan ketika Allah berjanji kepada Abrahan maka perjanjian tersebut Allah nyatakan didalam kehidupan Abraham, janji yang dibuat untuk Abraham tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat.

Dibenarkan oleh Iman

Poin kedua dari perikop ini adalah Dibenarkan oleh Iman, hukum Taurat tidak menyelamatkan tetapi iman kepada Allah yang akan menyelamatkan, dibenarkan oleh Iman lebih unggul dari pada karena melakukan hukum Taurat, dan berkat itu berasal dari Allah berdasarkan iman bukan dari hukum Taurat. Hukum Taurat menyatakan bahwa manusia bersalah dan memenjarakan mereka, Iman membebaskan mereka untuk menikmati kemerdekaan dalam Kristus. Dibenarkan didalam iman membuat kemerdekaan didalam Kristus sangat nyata didalam kehidupan setiap Anak-anak Allah, dan kemerdekaan tersebut akan menghasilkan buah-buah kebenaran melalui gaya hidup yang dipimpin oleh Roh.

Diangkat menjadi anak-anak Allah

Poin ketiga dari perikop ini adalah Diangkat menjadi anak-anak Allah, kedudukan sebagai anak sama artinya dengan menjadi ahli waris, menjadi anak-anak Allah adalah suatu anugerah yang terbaik bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Karena menjadi anak-anak Allah tidak bisa didapatkan tetapi Allah sendiri yang memilih setiap anak-anakNya. Poin ketiga ini juga menunjukkan bagaimana Kasih Allah yang dinyatakan terhadap kita dengan kasihNya ia mengangkat kita sebagai anak-anakNya, walaupun kita sama-sama sadar bahwa kita memiliki natur dosa, tetapi Tuhan memilih kita untuk menjadi anak-anakNya.

Aplikasi (penerapan atau sikap yang harus kita terapkan setelah terberkati oleh khotbah ini) :

1.      Ketika Allah telah menyatakan janjiNya terhadap kita maka yang harus kita lakukan adalah menjadi pribadi yang pantas untuk mendapatkan janji yang Allah telah nyatakan didalam hidup kita.

2.      Marilah kita tetap memiliki Iman yang teguh kepada Allah karena melalui Iman kita dibenarkan dan diselamatkan.

3.      Setelah Allah menjadikan kita sebagai anak-anak Nya kita harus berlaku sesuai dengan kehendak Allah karena kita adalah ahli waris yang telah Allah tetapkan, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang memilih kita sebagai anak-anakNya.

 

 

Kesimpulan yang dapat saya simpulkan dari perikop ini adalah ketika Allah sudah menetapkan janji, itu adalah ketetapan yang tidak dapat di batalkan dan janji yang sudah Allah sahkan akan tetap Allah nyatakan didalam setiap kehidupan anak-anakNya, sebagai anak-anak Allah kita diselamatkan bukan karena hukum Taurat tetapi karena iman kita kepada Allah, setelah kita memperoleh janji Allah, dan diselamatkan karena Iman kita kepadaNya, Allah memilih kita sebagai anak-anakNya disini bukan kita yang memilih tetapi Allah sendiri yang memilih kita ini adalah kedudukan yang sangat teristimewa yang Allah anugerahkan kepada kita karena tidak semua orang dapat menjadi anak-anakNya tetapi hanya setiap kita yang dipilih oleh Allah yang mendapatkan anugerah ini. Karena hanya anak-anak Allah yang akan menerima janji dari Allah dan hanya anak-anak Allah lah yang diselamatkan melalui Iman kita kepada Nya, keselamatan tidak kita dapatkan dari hukum Taurat tetapi ketika kita beriman kepadaNya maka janji keselamatan tersebut akan kita terima karena kita adalah ahli waris Allah, setelah kita menerima setiap janji dan kita beriman kepadaNya maka Allah menjadikan kita menjadi anak-anakNya.

Tuhan Yesus Memberkati ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar