“Kedudukan Sebagai Anak-anak Allah”
Galatia 3:15-29
Akhir-akhir
ini Bangsa Indonesia sedang di guncangkan dengan virus Covid-19, banyak sekali
kerugian yang diakibatkan karena virus ini tetapi hari ini saya ingin kita
melupakan sejenak fenomena yang sedang menguncangkan Bangsa Indonesia dan
marilah kita mengingat posisi kita saat ini, kita adalah anak-anak Allah dan
kita memiliki kedudukan yang sangat teristimewa yang hanya dimiliki oleh setiap
kita yang percaya kepada Nya. Kedudukan sebagai Anak-anak Allah adalah tema
yang saya ambil dari perikop ini, karena hanya anak-anak Allah yang akan
mendapat janji dari Allah dan setiap Allah berjanji pasti janjiNya akan
digenapi dan tidak ada yang dapat membatalkan janji yang sudah Allah tetapkan,
dan hanya anak-anak Allah yang dibenarkan oleh iman bukan dengan hukum Taurat
karena hukum Taurat tidak menyelamatkan tetapi ketika kita sebagai anak-anak
Allah dibenarkan oleh Iman kita kepada Allah maka kita akan dibenarkan oleh
Iman kita, dan ketika Allah telah menggenapi janjiNya kepada kita Ia membenarkan
kita karena Iman kita kepadaNya, Allah juga yang mengangkat kita sebagai
anakNya dan kita mendapatkan kedudukan sebagai anak-anakNya, walaupun saat ini
keadaan Bangsa kita sedang diguncangkan dengan virus Covid-19 satu hal yang
ingin saya tekankan kepada setiap kita yang percaya kepada Allah bahwa setiap
masalah yang sedang kita alami itu semua tidak melebihi kekuatan kita karena
kita adalah anak-anak Allah ahli waris Allah maka dari itu jangan sampai virus
Covid-19 membuat kita menjadi melupakan posisi kita atau kedudukan kita sebagai
anak-anak Allah dan dari perikop ini
saya mengambil tiga poin yaitu :
1.
Janji Allah yang berotoritas (Galatia 3:17).
2.
Dibenarkan oleh Iman (Galatia 3:24).
3.
Diangkat menjadi anak-anak Allah (Galatia 3:26).
Janji Allah yang berotoritas .
Poin
pertama dari perikop ini adalah Janji Allah yang berotoritas karena didalam
Galatia 3:17 menjelaskan bahwa ketika Allah sudah berjanji tidak dapat
dibatalkan sekalipun dengan hukum Taurat yang baru terbit sekitar empat ratus
tiga puluh tahun kemudian. Karena diayat 16 menjelaskan ketika Allah berjanji
kepada Abrahan maka perjanjian tersebut Allah nyatakan didalam kehidupan
Abraham, janji yang dibuat untuk Abraham tidak dapat dibatalkan oleh hukum
Taurat.
Dibenarkan oleh Iman
Poin
kedua dari perikop ini adalah Dibenarkan oleh Iman, hukum Taurat tidak
menyelamatkan tetapi iman kepada Allah yang akan menyelamatkan, dibenarkan oleh
Iman lebih unggul dari pada karena melakukan hukum Taurat, dan berkat itu
berasal dari Allah berdasarkan iman bukan dari hukum Taurat. Hukum Taurat
menyatakan bahwa manusia bersalah dan memenjarakan mereka, Iman membebaskan
mereka untuk menikmati kemerdekaan dalam Kristus. Dibenarkan didalam iman
membuat kemerdekaan didalam Kristus sangat nyata didalam kehidupan setiap
Anak-anak Allah, dan kemerdekaan tersebut akan menghasilkan buah-buah kebenaran
melalui gaya hidup yang dipimpin oleh Roh.
Diangkat menjadi anak-anak Allah
Poin
ketiga dari perikop ini adalah Diangkat menjadi anak-anak Allah, kedudukan
sebagai anak sama artinya dengan menjadi ahli waris, menjadi anak-anak Allah
adalah suatu anugerah yang terbaik bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.
Karena menjadi anak-anak Allah tidak bisa didapatkan tetapi Allah sendiri yang
memilih setiap anak-anakNya. Poin ketiga ini
juga menunjukkan bagaimana Kasih Allah yang dinyatakan terhadap kita dengan
kasihNya ia mengangkat kita sebagai anak-anakNya, walaupun kita sama-sama sadar
bahwa kita memiliki natur dosa, tetapi Tuhan memilih kita untuk menjadi
anak-anakNya.
Aplikasi (penerapan atau sikap
yang harus kita terapkan setelah terberkati oleh khotbah ini) :
1.
Ketika Allah telah menyatakan janjiNya terhadap kita maka
yang harus kita lakukan adalah menjadi pribadi yang pantas untuk mendapatkan
janji yang Allah telah nyatakan didalam hidup kita.
2.
Marilah kita tetap memiliki Iman yang teguh kepada Allah
karena melalui Iman kita dibenarkan dan diselamatkan.
3.
Setelah Allah menjadikan kita sebagai anak-anak Nya kita
harus berlaku sesuai dengan kehendak Allah karena kita adalah ahli waris yang
telah Allah tetapkan, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang memilih kita
sebagai anak-anakNya.
Kesimpulan
yang dapat saya simpulkan dari perikop ini adalah ketika Allah sudah menetapkan
janji, itu adalah ketetapan yang tidak dapat di batalkan dan janji yang sudah
Allah sahkan akan tetap Allah nyatakan didalam setiap kehidupan anak-anakNya,
sebagai anak-anak Allah kita diselamatkan bukan karena hukum Taurat tetapi
karena iman kita kepada Allah, setelah kita memperoleh janji Allah, dan
diselamatkan karena Iman kita kepadaNya, Allah memilih kita sebagai
anak-anakNya disini bukan kita yang memilih tetapi Allah sendiri yang memilih
kita ini adalah kedudukan yang sangat teristimewa yang Allah anugerahkan kepada
kita karena tidak semua orang dapat menjadi anak-anakNya tetapi hanya setiap
kita yang dipilih oleh Allah yang mendapatkan anugerah ini. Karena hanya
anak-anak Allah yang akan menerima janji dari Allah dan hanya anak-anak Allah
lah yang diselamatkan melalui Iman kita kepada Nya, keselamatan tidak kita
dapatkan dari hukum Taurat tetapi ketika kita beriman kepadaNya maka janji
keselamatan tersebut akan kita terima karena kita adalah ahli waris Allah,
setelah kita menerima setiap janji dan kita beriman kepadaNya maka Allah
menjadikan kita menjadi anak-anakNya.
Tuhan Yesus
Memberkati ….