Didalam artikel saya kali ini, saya mau bertanya terlebih dahulu kepada para pembaca yang saya hormati dan saya sayangi. pernah kah saudara-saudari berada di posisi sedang baik-baik saja ? atau pernahkah saudara-saudari merasakan ketenangan didalam hidup ini ? jika pernah, saya sangat bersyukur untuk keadaan yang baik-baik saja ataupun ketenangan yang dialami didalam kehidupan saudara-saudari. Tetapi ada satu masalah yang saya temukan ketika saya menjalani hari-hari yang saya jalani, ketika saya baik-baik saja dan ketika saya merasakan ketengan yang luar biasa disaat bersamaan lingkungan ataupun orang-orang yang ada di sekitar saya merusak ketenangan saya, merenggut sukacita yang saya rasakan, dan saya pun merasa bahwa lingkungan saya tidak selalu bisa menerima saya menjadi bagian dari mereka. Awal nya saya merasa mood saya selalu jelek dan saya mulai tidak percaya dengan lingkungan saya, tetapi setelah saya merenungi semua kebaikan Tuhan yang Tuhan adakan bagi saya, yang Tuhan nyatakan bagi saya, serta yang Tuhan tetapkan bagi saya disitu saya mulai sadar bahwa bagaimana pun lingkungan saya menolak kehadiran saya, atau bagaimana pun keras nya lingkungan saya mendidik saya ini adalah suatu proses bagi saya, ini adaah skenario Tuhan yang seharus nya saya jadikan pondasi yang kokoh untuk mencapai tujuan saya dalam mencapai maksud Tuhan bagi saya, tidak sampai disini saja tetapi ketika saya menyadari bahwa Tuhan selalu ada untuk saya, disaat itulah saya benar-benar berdamai dengan diri saya sendiri saya mulai menerima kekurangan saya, saya mulai menerima lingkungan saya, ya saya yang minder karena tidak bisa main musik, saya yang merasa rendah diri karena tidak bisa tamborin dengan baik, atau ketika saya menerima IP saya yang tidak seperti rekan-rekan saya satu tingkat, atau ketika saya yang masih setia dengan kesendirian nya saya sementara yang lain sudah memiliki pasangan, atau masalah yang menyudutkan saya, tetapi ketika saya sadar bahwa Tuhan tidak memandang hina kekurangan saya, disitu saya sadar bahwa kekurangan yang saya miliki seharusnya saya ubah menjadi kekuatan saya, karena Tuhan bisa memakai siapa saja untuk menjadi orang Kepercayaan-Nya, Jadi saya percaya sekeras apapun proses yang harus saya dan saudara-saudari jalani tetaplah tenang karena Tuhan selalu membuat kita mampu dan Good day bukan hal omong kosong belaka tetapi benar-benar Tuhan kasih untuk kita yang tetap setia dengan proses kita, tidak hanya untuk hari ini, tetapi selalu, dan selamanya, Good day for to day, always and forever. Saya harap Para pembaca dapat memetik pelajaran dari artikel saya kali ini. budaya kan komentar setelah membaca karena dari komentar saudara-saudari dapat membangun relasi kita. Salam manis dari saya yang selalu mengasihi saudara-saudari semua. 😊🙏. God bless all.