Minggu, 26 September 2021

Pacaran Beda Agama

 

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?”

(2 Korintus 6:14-15)

 

“Cinta beda agama”

Syalom, hari ini kita akan membahas Cinta Beda Agama saya percaya kita pasti mendengar kata ini atau malah pernah terjebak didalamnya ? dan mungkin ada yang pernah bertanya sebenarnya boleh apa tidak jatuh cinta kepada seseorang yang beda iman dengan kita ?. sering kali hanya karena dasar saling mencintai memilih untuk pacaran beda iman, atau pacaran sembunyi-sembunyi dari orangtua, jika dipikir baik-baik pacaran beda agama malah akan menyakiti kedua belah pihak, terlebih-lebih menyakiti hati Tuhan Yesus, mengapa demikian ? karena ketika memilih untuk pacaran beda agama, disitu sudah memicu konflik, dasar dari menjalin hubungan adalah ketika dua anak muda saling melayani Tuhan yang sama, tidak hanya karena cinta tetapi harus menyembah atau melayani Tuhan yang sama.

Diibarat kan dengan segitiga sama kaki, dimana ketika pasangan tersebut mengarahkan pikiran mereka kepada Tuhan yang menjadi pusat dalam hubungan yang sedang mereka jalani.                                      

            Pacaran adalah masa perkenalan, diamana pasangan saling mengenal satu sama lain, saling memahami dan menerima setiap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh pasangan, pacaran adalah tangga pertama yang harus dilewati sebelum masuk dalam fase pernikahan karena untuk masuk dalam fase pernikahan diperlukan kesiapan jika tidak siap untuk menikah lebih baik jangan menikah dulu, maka dari itu dalam masa pacaran harus benar-benar saling mengenal, saling memahami dan mampu menyelesaikan permasalahan dengan bijaksana, karena jika mencari yang cocok tidak akan pernah didapatkan tetapi pacaran adalah masa dimana saling melengkapi perbedaan, dan menyatukan perbedaan tersebut menjadi seni didalam menjalani hubungan, contohnya jika dia tidak suka minum kopi dan kita suka minum kopi disitu jangan kita paksakan dia untuk suka minum kopi tetapi kenalkan lah kopi kepada dia ceritakan apa si yang membuat kita menyukai kopi, setidaknya walaupun dia tidak suka minum kopi tetapi dia mengenal citarasa kopi dari cerita kita, dari setiap perbedaan yang ada akan membuat kita saling melengkapi perbedaan tersebut bukan meniadakan perbedaan tersebut, jadikanlah masa pacaran menjadi masa-masa yang indah dan tetap arahkan atau pusatkan lah hubungan hanya kepada Tuhan Yesus maka apapun yang kita doakan akan tertuju juga kepada Tuhan Yesus.

            Cinta beda agama bukanlah hal yang baik dimata Tuhan, itu akan sangat menyakiti hati Tuhan, maka dari itu perbaiki dulu hubungan kita dengan Tuhan, belajar untuk membenahi diri, memperbaiki diri agar ketika kita memiliki pasangan kita sudah siap untuk dimiliki dan pantas untuk dipertahankan, ketika kita merasa belum  siap dan merasa belum pantas lebih baik jangan pacaran, tetapi benahilah diri sampai benar-benar siap untuk dimiliki dan pantas untuk dipertahankan.

            Cinta beda agama didalam Alkitab dapat kita ambil contoh dari kehidupan Salomo, ketika ia menikahi istri-istri dan memiliki gundik yang tidak menyembah Tuhan Allah, kehidupan Salomo menjadi kacau ia menjadi jauh dari Tuhan dan ikut menyembah apa yang disembah oleh istri-istrinya dan gundik-gundiknya, dari Salomo ada pelajaran yang dapat kita petik yaitu, cinta beda agama menyebabkan seseorang jauh dari Tuhan Yesus, membuat seseorang murtad hanya karena perkara perasaan seseorang menjual imannya, menjual keselamatan yang sudah Tuhan Yesus berikan secara gratis dan Cuma-Cuma, disini saya ingin mengatakan bahwa, jadilah pribadi yang siap Tuhan Yesus proses memang proses Tuhan tidak selamanya nyaman-nyaman saja ada kala dimana Tuhan memproses kita dengan cara yang diluar dugaan kita, ada kala dimana Tuhan membiarkan sesuatu hal menimpa kita itu bukan karena Tuhan tidak mengasihi kita tetapi Tuhan ingin kita tetap setia walaupun proses yang harus kita lalui membuat kita jatuh, tetapi percayalah ketika kita sudah tahan dengan proses tersebut kita akan merasakan kebahagian yang tidak pernah kita terima dari dunia ini tetapi benar-benar kebahagian yang kita rasakan datangnya dari Tuhan Yesus sendiri. Kebahagian yang diberikan dunia bersifat sementara tetapi kebahagian yang  Tuhan Yesus berikan bersifat Kekal abadi.

            Kebahagian cinta beda agama bersifat sementara tetapi ketika kita memilih untuk pacaran satu iman dan kita sudah benar-benar siap untuk dimiliki dan pantas untuk dipertahankan disitu kita akan merasakan kebahagian yang datangnya hanya dari Tuhan Yesus, walaupun jarak jauh, Sinyal susah atau waktu yang terbatas untuk bertukar kabar kita akan tetap bahagia dalam menanti kabar dari dia, kita akan tetap nyaman walaupun tidak dapat dipungkiri menahan rindu itu sulit tetapi ketika kita bisa melewati setiap proses yang harus kita jalani saat menjalani hubungan jarak jauh disitulah Tuhan Yesus akan selalu menguatkan kita, membuat kita mampu melewati setiap proses yang harus kita lalui bersama pasangan kita.

Pelajaran  yang kita dapatkan dari renungan hari ini adalah :

1.    Peka terhadap proses Tuhan

2.    Tidak memilih untuk pacaran beda agama karena itu akan sangat menyakiti hati Tuhan Yesus.

3.    Memantaskan diri untuk di miliki dan di pertahankan.

4.    Tetap setia dengan proses yang Tuhan adakan didalam hidup ini, karena proses yang Tuhan adakan untuk kita adalah cara Tuhan mendewasakan iman kita.

5.    Tetap mempertahankan iman kita kepada Tuhan.

6.    Sabar menanti, karena ketika Tuhan sudah memasangkan kita dengan salah satu anak-Nya disaat itulah kita akan merasakan kemenangan dari setiap penantian panjang yang Tuhan Ijinkan untuk kita lalui, karena ketika kita di fase penantian sebenarnya Tuhan sudah mendengar doa kita dan disaat itulah Tuhan sedang memperbaiki kita dan dia agar saat Tuhan Yesus mempertemukan kita dengan dia, sudah sama-sama pantas dan siap menjalani hubungan.

 

 

Kamis, 06 Mei 2021

Kedudukan yang istimewa

 

“Kedudukan Sebagai Anak-anak Allah”

Galatia 3:15-29

Akhir-akhir ini Bangsa Indonesia sedang di guncangkan dengan virus Covid-19, banyak sekali kerugian yang diakibatkan karena virus ini tetapi hari ini saya ingin kita melupakan sejenak fenomena yang sedang menguncangkan Bangsa Indonesia dan marilah kita mengingat posisi kita saat ini, kita adalah anak-anak Allah dan kita memiliki kedudukan yang sangat teristimewa yang hanya dimiliki oleh setiap kita yang percaya kepada Nya. Kedudukan sebagai Anak-anak Allah adalah tema yang saya ambil dari perikop ini, karena hanya anak-anak Allah yang akan mendapat janji dari Allah dan setiap Allah berjanji pasti janjiNya akan digenapi dan tidak ada yang dapat membatalkan janji yang sudah Allah tetapkan, dan hanya anak-anak Allah yang dibenarkan oleh iman bukan dengan hukum Taurat karena hukum Taurat tidak menyelamatkan tetapi ketika kita sebagai anak-anak Allah dibenarkan oleh Iman kita kepada Allah maka kita akan dibenarkan oleh Iman kita, dan ketika Allah telah menggenapi janjiNya kepada kita Ia membenarkan kita karena Iman kita kepadaNya, Allah juga yang mengangkat kita sebagai anakNya dan kita mendapatkan kedudukan sebagai anak-anakNya, walaupun saat ini keadaan Bangsa kita sedang diguncangkan dengan virus Covid-19 satu hal yang ingin saya tekankan kepada setiap kita yang percaya kepada Allah bahwa setiap masalah yang sedang kita alami itu semua tidak melebihi kekuatan kita karena kita adalah anak-anak Allah ahli waris Allah maka dari itu jangan sampai virus Covid-19 membuat kita menjadi melupakan posisi kita atau kedudukan kita sebagai anak-anak Allah  dan dari perikop ini saya mengambil tiga poin yaitu :

1.      Janji Allah yang berotoritas (Galatia 3:17).

2.      Dibenarkan oleh Iman (Galatia 3:24).

3.      Diangkat menjadi anak-anak Allah (Galatia 3:26).   

Janji Allah yang berotoritas .

Poin pertama dari perikop ini adalah Janji Allah yang berotoritas karena didalam Galatia 3:17 menjelaskan bahwa ketika Allah sudah berjanji tidak dapat dibatalkan sekalipun dengan hukum Taurat yang baru terbit sekitar empat ratus tiga puluh tahun kemudian. Karena diayat 16 menjelaskan ketika Allah berjanji kepada Abrahan maka perjanjian tersebut Allah nyatakan didalam kehidupan Abraham, janji yang dibuat untuk Abraham tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat.

Dibenarkan oleh Iman

Poin kedua dari perikop ini adalah Dibenarkan oleh Iman, hukum Taurat tidak menyelamatkan tetapi iman kepada Allah yang akan menyelamatkan, dibenarkan oleh Iman lebih unggul dari pada karena melakukan hukum Taurat, dan berkat itu berasal dari Allah berdasarkan iman bukan dari hukum Taurat. Hukum Taurat menyatakan bahwa manusia bersalah dan memenjarakan mereka, Iman membebaskan mereka untuk menikmati kemerdekaan dalam Kristus. Dibenarkan didalam iman membuat kemerdekaan didalam Kristus sangat nyata didalam kehidupan setiap Anak-anak Allah, dan kemerdekaan tersebut akan menghasilkan buah-buah kebenaran melalui gaya hidup yang dipimpin oleh Roh.

Diangkat menjadi anak-anak Allah

Poin ketiga dari perikop ini adalah Diangkat menjadi anak-anak Allah, kedudukan sebagai anak sama artinya dengan menjadi ahli waris, menjadi anak-anak Allah adalah suatu anugerah yang terbaik bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Karena menjadi anak-anak Allah tidak bisa didapatkan tetapi Allah sendiri yang memilih setiap anak-anakNya. Poin ketiga ini juga menunjukkan bagaimana Kasih Allah yang dinyatakan terhadap kita dengan kasihNya ia mengangkat kita sebagai anak-anakNya, walaupun kita sama-sama sadar bahwa kita memiliki natur dosa, tetapi Tuhan memilih kita untuk menjadi anak-anakNya.

Aplikasi (penerapan atau sikap yang harus kita terapkan setelah terberkati oleh khotbah ini) :

1.      Ketika Allah telah menyatakan janjiNya terhadap kita maka yang harus kita lakukan adalah menjadi pribadi yang pantas untuk mendapatkan janji yang Allah telah nyatakan didalam hidup kita.

2.      Marilah kita tetap memiliki Iman yang teguh kepada Allah karena melalui Iman kita dibenarkan dan diselamatkan.

3.      Setelah Allah menjadikan kita sebagai anak-anak Nya kita harus berlaku sesuai dengan kehendak Allah karena kita adalah ahli waris yang telah Allah tetapkan, bukan kita yang mencari tetapi Allah yang memilih kita sebagai anak-anakNya.

 

 

Kesimpulan yang dapat saya simpulkan dari perikop ini adalah ketika Allah sudah menetapkan janji, itu adalah ketetapan yang tidak dapat di batalkan dan janji yang sudah Allah sahkan akan tetap Allah nyatakan didalam setiap kehidupan anak-anakNya, sebagai anak-anak Allah kita diselamatkan bukan karena hukum Taurat tetapi karena iman kita kepada Allah, setelah kita memperoleh janji Allah, dan diselamatkan karena Iman kita kepadaNya, Allah memilih kita sebagai anak-anakNya disini bukan kita yang memilih tetapi Allah sendiri yang memilih kita ini adalah kedudukan yang sangat teristimewa yang Allah anugerahkan kepada kita karena tidak semua orang dapat menjadi anak-anakNya tetapi hanya setiap kita yang dipilih oleh Allah yang mendapatkan anugerah ini. Karena hanya anak-anak Allah yang akan menerima janji dari Allah dan hanya anak-anak Allah lah yang diselamatkan melalui Iman kita kepada Nya, keselamatan tidak kita dapatkan dari hukum Taurat tetapi ketika kita beriman kepadaNya maka janji keselamatan tersebut akan kita terima karena kita adalah ahli waris Allah, setelah kita menerima setiap janji dan kita beriman kepadaNya maka Allah menjadikan kita menjadi anak-anakNya.

Tuhan Yesus Memberkati ….

Kamis, 22 April 2021

Teladan Rasul Paulus

 


 


“Metamorfosis yang Sempurna”

Kisah Para Rasul 9:1-19a.

 

      Metamorfosis yang dialami oleh Kupu-kupu adalah metamorphosis yang sempurna, fase pertama yang dialami oleh Kupu-kupu dimulai dari telur dalam tiga sampai lima hari telur tersebut  menetas menjadi ulat, sesudah itu ulat berganti kulit sebanyak lima sampai enam kali, setelah itu ulat berubah menjadi pupa  atau yang biasa kita kenal dengan kepompong, selama duapuluh hari kepompong mengalami pertumbuhan, setelah itu barulah Kupu-kupu yang cantik dapat mengepakkan sayap nya setelah mengalami berbagai fase atau proses yang panjang. Ketika kita melihat kupu-kupu kita melupakan proses yang begitu panjang yang kupu-kupu lalui, bahkan kita melupakan jati diri kupu-kupu yang awalnya berasal dari ulat yang tidak berharga atau bentuknya tidak menarik, tetapi itulah yang membuat Kupu-kupu termasuk didalam Metamorfosis yang sempurna.

       Syalom…Renungan hari ini diawali dengan penjelasan Metamorfosis yang dialami Kupu-kupu, kita sama-sama tahu jati diri Kupu-kupu pada awal nya adalah seekor ulat yang tidak menarik bentuk nya, bahkan kita sangat risih bila melihat ulat karena ulat dapat membuat kulit kita menjadi gatal bila kita tidak sengaja menyentuh ulat tersebut, sama hal nya dengan perikop yang terdapat didalam Kisah Para Rasul 9:1-19a menjelaskan bagaimana Saulus bertobat, dan apa saja yang terjadi sebelum ia benar-benar diubahkan oleh Tuhan Yesus, awalnya Saulus sangat membenci umat yang percaya kepada Tuhan Yesus tetapi setelah Tuhan yang ubahkan dirinya dan ia pun mengalami metamorfosis yang sempurna. Wajar saja jika pada saat itu Ananias ragu untuk mengikuti perintah Tuhan yang memperintahkan nya untuk pergi dan membantu Saulus agar ia dapat dibaptis supaya perubahan nya menjadi sempurna, setelah Saulus bertobat ia menjadi Rasul yang memberitakan nama Tuhan Yesus kepada semua bangsa, tetapi tidak serta merta pertobatan Saulus di terima begitu saja oleh orang-orang yang ada disekitar nya, dan tidak mudah bagi nya untuk memberitakan nama Tuhan Yesus ditengah-tengah orang yang belum sepenuhnya mengenal Tuhan Yesus, dan Saulus dikenal dengan nama Paulus atau yang sering kita sebut Rasul Paulus. Rasul Paulus adalah bukti nyata dari perubahan yang sempurna, ia tidak hanya berubah saja tetapi ia pun menjadi seorang Rasul yang tidak takut untuk memberitakan nama Tuhan ditengah-tengah orang yang belum sepenuhnya mengenal Tuhan bahkan belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, dari renungan hari ini ada beberapa poin yang dapat kita renungkan, poin pertama Proses yang bertahap sebagaimana yang dialami oleh Rasul Paulus yang awal membenci dan menganiaya umat Tuhan Yesus bahkan ia memiliki kuasa penuh untuk membinasakan umat Tuhan, tetapi setelah ia diubahkan dan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus ia mengalami metamorfosis yang sempurna ia menjadi Rasul yang sangat setia dalam memberitakan nama Tuhan Yesus kepada bangsa-bangsa yang belum sepenuhnya nya mengenal Tuhan Yesus bahkan kepada bangsa yang sama sekali tidak menganal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dunia, setiap proses yang di alami Rasul Paulus adalah proses yang bertahap tidak serta merta pertobatannya diterima oleh orang-orang yang ada disekitarnya tetapi Rasul Paulus tetap memberitakan nama Tuhan Yesus dengan setia dan tidak takut dengan resiko yang akan ia dapati setelah ia memberitakan nama Tuhan Yesus ditengah-tengah orang yang belum mengenal Tuhan Yesus secara penuh atau di tengah-tengah orang yang sama sekali tidak mengenal Tuhan Yesus dan malah menyembah dewa. Poin kedua yang dapat kita ambil perubahan Rasul Paulus adalah kesetiannya dalam memberitakan nama Tuhan Yesus walaupun ia harus beberapa kali dipenjara karena ia tetap memberitakan nama Tuhan Yesus, kesetian Rasul Paulus timbul karena ia juga setia dalam tahapan proses yang ia lalui bagaimana ia mengenal Tuhan Yesus secara pribadi, atau bagaimana ia tetap memberitakan nama Tuhan Yesus walaupun harus beberapa kali dipenjara, dua poin ini dapat menjadi gambaran untuk kita yang sedang ada didalam prosesnya Tuhan akan kah kita tetap bertahan dalam proses Tuhan yang bertahap atau kita melarikan dari prosesnya Tuhan ? akan kah kita setia bersaksi dan memberitakan nama Tuhan Yesus kepada orang-orang yang belum sepenuhnya mengenal Tuhan atau bahkan belum mengenal Tuhan ? atau kita undur diri karena kita tidak sanggup dengan resiko yang akan terjadi jika kita tetap setia dalam bersaksi dan memberitakan nama Tuhan Yesus ? di tahun 2021 ini kita harus memiliki komitmen untuk mau dip roses oleh Tuhan dan mau untuk tetap setia dalam bersaksi dan memberitakan nama Tuhan Yesus kepada siapapun tanpa takut dengan resiko yang akan kita alami ketika kita bersaksi dan memberitakan nama Tuhan, seperti layaknya Rasul Paulus yang mau diubahkan oleh Tuhan Yesus dan setelah Rasul Paulus diubahkan oleh Tuhan Yesus ia mengalami metamorfosis yang sempurna. Mari kita awali hari ini dengan komitmen kepada Tuhan Yesus agar Tuhan yang mengubahkan kita dan kita mau diproses secara bertahap oleh Tuhan Yesus serta kita juga mau setia dalam memberitakan nama Tuhan Yesus dimanapun dan kapanpun, belajarlah dari Kupu-kupu karena metamorfosis yang dialami kupu-kupu adalah metamorfosis yang sempurna. Tuhan Yesus Memberkati…..