“Hope”
Lalu TUHAN
membawa Abram ke luar serta berfirman: ‘’Coba lihat ke langit, hitunglah
bintang-bintang jika engkau dapat menghitung nya”. Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah
banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN
memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
(Kejadian
15:5-6)
Maka
mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham
dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah
kepadanya.
(Kejadian
21:2)
Syalom, pada hari ini kita akan membahas “Hope” (harapan), sesuai dengan
tema kita akan belajar tentang harapan dan siapa yang pernah memiliki harapan
yang teguh didalam Alkitab.
Harapan
Didalam Perjanjian Lama tokoh yang Tuhan izinkan untuk
Berharap adalah Abraham, Abraham berharap kepada Tuhan akan penggenapan janji
yang sudah Tuhan nyatakan kepadanya, Tuhan berjanji walaupun Abraham dan Sara
sudah lanjut usia tetapi Tuhan akan memberikan mereka seorang anak laki-laki
dan dari anak itulah akan tercipta bangsa yang besar. Tetapi ketika Abraham
berharap kepada Tuhan dengan setia Sara mulai goyah dan ia meminta Abraham
untuk menghampiri Hagar, akhirnya Hagar mengandung dan melahirkan seorang anak
laki-laki yang diberi nama Ismael, tetapi Ismael bukanlah anak perjanjian yang
sudah Tuhan tetapkan kepada Abraham, karena Tuhan berjanji akan memberikan
kepada Abraham seorang anak laki-laki yang dihasilkan oleh Sara yang dikatakan
orang mandul.
Disini dapat kita lihat bagaimana Iman Sara mulai tidak
tertuju kepada Tuhan lagi, tetapi Tuhan sangat adil dan tidak bisa mengikari
janjiNya kepada Abraham dan Tuhan menggenapi janjiNya kepada Abraham, Sara
melahirkan anak laki-laki dan anak itu diberi nama Ishak (Ibrani yitskhaq
‘orang ketawa’). Harapan yang dimiliki oleh Abraham kepada Tuhan sudah Tuhan
jawab dan Ishak memiliki hidup benar dihadapan Tuhan, dari sini kita dapat
belajar bagaimana seharusnya kita dalam menyatakan harapan kita kepada Tuhan,
meneladani Abraham yang setia kepada Tuhan menantikan janji yang sudah Tuhan
tetapkan kepadanya, dalam usia 100 tahun Abraham dan Sara memiliki seorang
putra yang sudah menjadi pilihan Tuhan Allah, dan Tuhan berjanji kepada Abraham
melalui Ishak akan tercipta bangsa yang besar yang juga menjadi pilihan Tuhan
Allah. pelajaran yang dapat kita ambul
adalah kesetian Abraham dan Iman Abraham yang hanya tertuju kepada Tuhan Allah. Tuhan Yesus Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar